Dalam dunia bisnis saat ini, menyusun strategi pemasaran yang efektif bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Salah satu kerangka yang terbukti relevan adalah marketing mix 7P.

Konsep ini memperluas model 4P klasik (Product, Price, Place, Promotion) dengan tiga elemen tambahan yang penting di era digital dan jasa: People, Process, dan Physical Evidence.

Pertanyaannya, bagaimana penerapan marketing mix 7P bisa membantu bisnis berkembang dan bersaing? Dalam artikel ini, kita akan membahas secara menyeluruh pengertian, elemen-elemen, serta contoh implementasi dari marketing mix 7P yang relevan untuk bisnis modern—baik berbasis produk maupun jasa.

Apa Itu Marketing Mix 7P?

Marketing mix 7P adalah pengembangan dari konsep marketing mix 4P yang awalnya diperkenalkan oleh E. Jerome McCarthy. Model 7P ini menambahkan tiga elemen tambahan yang sangat penting terutama dalam industri jasa.

Pendekatan ini digunakan untuk membangun strategi pemasaran secara lebih holistik, dengan mempertimbangkan aspek layanan, proses bisnis, hingga persepsi pelanggan.

Menurut Sprout Social, memahami dan mengimplementasikan marketing mix secara lengkap adalah langkah fundamental dalam membangun brand yang konsisten dan customer-centric.

Baca Juga: Apa Itu Social Media Marketing? Simak Di Sini!

7P Marketing Mix, Strategi Pemasaran Untuk Bisnis!

Elemen-Elemen dalam Marketing Mix 7P

Berikut penjabaran dari setiap elemen dalam kerangka 7P dan bagaimana masing-masing komponen dapat dimanfaatkan secara strategis:

1. Product (Produk)

Produk adalah inti dari strategi pemasaran. Produk tidak hanya terbatas pada barang fisik, tetapi juga bisa berupa layanan, aplikasi, atau bahkan pengalaman. Produk yang sukses adalah produk yang mampu menjawab kebutuhan atau keinginan pasar.

Saat menciptakan produk, pertimbangkan kualitas, fitur, desain, variasi, dan nilai tambah apa yang ditawarkan dibandingkan kompetitor.

Contoh sederhana:
Sebuah usaha laundry tidak hanya menawarkan cuci baju, tapi juga layanan antar-jemput, pewangi premium, dan pilihan laundry express.

2. Price (Harga)

Harga menentukan nilai yang dibayar oleh pelanggan untuk mendapatkan produk atau layanan Anda. Ini menjadi sinyal kualitas sekaligus memengaruhi daya tarik konsumen.

Strategi penetapan harga bisa berbeda-beda, seperti harga kompetitif, harga premium untuk produk eksklusif, atau harga promo untuk menarik perhatian awal.

Contoh sederhana:
Barbershop menetapkan harga Rp50.000 untuk potong rambut dan cuci, sedikit lebih tinggi dari pangkas rambut biasa, karena mereka menawarkan interior nyaman dan layanan pijat kepala.

3. Place (Distribusi)

Place adalah lokasi atau saluran distribusi tempat konsumen bisa menemukan produk Anda. Di era digital, tempat bukan hanya toko fisik, tapi juga bisa berupa e-commerce, aplikasi, media sosial, dan marketplace.

Semakin mudah produk Anda dijangkau oleh target pasar, semakin tinggi peluang untuk terjual. Ini termasuk kerja sama dengan reseller, ekspansi ke channel digital, atau lokasi strategis.

Contoh sederhana:
Toko baju lokal menjual produknya tidak hanya di toko offline, tapi juga lewat Shopee dan Tokopedia, serta membuka pemesanan via Instagram DM.

4. Promotion (Promosi)

Promosi adalah cara Anda memperkenalkan produk kepada konsumen. Ini bisa dalam bentuk iklan, diskon, endorsement, hingga konten di media sosial.

Tujuan promosi adalah menarik perhatian, memberikan informasi, membangun minat, dan mendorong tindakan. Strategi promosi yang baik disesuaikan dengan channel, budget, dan target audiens.

Contoh sederhana:
Brand minuman sehat menjalankan campaign “Gratis 1 botol untuk 50 pembeli pertama” dan mengiklankannya lewat Instagram Story Ads serta influencer lokal.

5. People (Orang)

People mencakup semua pihak yang terlibat dalam memberikan layanan atau menciptakan pengalaman pelanggan—termasuk karyawan, customer support, dan bahkan brand ambassador.

Pelanggan akan menilai bisnis Anda dari interaksi dengan manusia di balik layanan tersebut. Pelatihan, etika kerja, dan kecepatan respons sangat berpengaruh.

Contoh sederhana:
Restoran cepat saji memberikan pelatihan customer service bulanan agar staf selalu ramah, responsif, dan menjaga standar layanan.

6. Process (Proses)

Proses merujuk pada alur dan sistem kerja yang digunakan dalam menghadirkan produk kepada konsumen. Proses yang efisien akan meningkatkan kepuasan pelanggan dan mempercepat konversi.

Ini mencakup cara pemesanan, pembayaran, pengiriman, keluhan pelanggan, hingga after-sales service. Proses yang jelas dan mudah dipahami akan meningkatkan kepercayaan pelanggan.

Contoh sederhana:
Toko online menyediakan sistem check out otomatis, pilihan pembayaran digital, dan tracking pengiriman yang langsung terintegrasi ke WhatsApp pelanggan.

7. Physical Evidence (Bukti Fisik)

Physical Evidence adalah segala bentuk elemen fisik yang membuktikan bahwa bisnis Anda nyata, profesional, dan dapat dipercaya. Ini penting terutama untuk bisnis jasa.

Tampilan visual, desain interior, kemasan, kartu nama, hingga tampilan website bisa membentuk persepsi kualitas. Semakin profesional bukti fisiknya, semakin tinggi kredibilitas bisnis Anda.

Contoh sederhana:
Klinik kecantikan menampilkan testimoni pelanggan, foto before-after yang sah, dan sertifikasi di area resepsionis serta website mereka.

Manfaat Penerapan Marketing Mix 7P

Menurut Ahrefs, kerangka seperti marketing mix 7P membantu memetakan strategi pemasaran berdasarkan tujuan, nilai produk, dan ekspektasi pelanggan. Ini membuat aktivitas pemasaran jauh lebih fokus dan terukur.

Baca Juga: 10 Cara Belajar Digital Marketing yang Efektif untuk Pemula di Tahun 2025

Contoh Penerapan: Bisnis Kuliner Lokal

  • Product: Menu fusion unik
  • Price: Paket hemat untuk mahasiswa
  • Place: Dine-in, online order, dan marketplace
  • Promotion: TikTok Ads + event komunitas
  • People: Tim yang dilatih secara rutin
  • Process: Reservasi via chatbot
  • Physical Evidence: Instagram dengan foto profesional + ulasan Google positif

Marketing mix 7P adalah pendekatan strategis untuk mengelola semua aspek pemasaran dalam bisnis, baik produk maupun jasa.

Dengan merancang strategi yang seimbang di setiap elemennya, Anda bisa menciptakan diferensiasi yang kuat dan mempertahankan loyalitas pelanggan.

Menurut Semrush, menggabungkan marketing mix 7P dengan strategi digital seperti SEO, paid ads, dan konten interaktif menghasilkan sinergi yang memperkuat funnel penjualan dari awal hingga akhir.

Tunggu apalagi? Yuk, raih strategi pemasaran 7P yang terintegrasi bersama Merdeka Digital Nusantara sekarang juga!

Baca Juga: Apa Target dari Menggunakan SEO? Simak Di Sini!

Penulis

  • Abdul Syukur Afandi

    A passionate digital marketer striving to drive growth through SEO in the digital world.